Seorang Ayah dan Harta Warisannya

Pada sebuah masa di sebuah desa tersebutlah seorang laki-laki yang hidup bersama istri dan beberapa orang anaknya. Suatu hari pergilah laki-laki yang sudah tidak muda lagi  itu mengunjungi rumah salah seorang kerabatnya dengan maksud untuk menawarkan sepetak tanah miliknya kepada kerabatnya tersebut. Kebetulan di rumah kerabat tersebut sedang ramai berkumpul kerabat lainnya.

Syahdan setelah basa-basi dan tanya jawab berkenaan dengan tanah yang akan diperjual belikan tersebut terjadilah perbincangan antara si laki-laki dan para kerabatnya ;

*perbincangan dilakukan dalam bahasa Jawa yang dalam tulisan ini sudah diartikan ke dalam bahasa Indonesia*

Kemarin jual sawah, sekarang jual tanah, memangnya kamu kenapa?“, tanya salah seorang kerabat
Ya aku ndak punya uang dan sekarang lagi perlu“, jawabnya malu-malu seakan tak ingin mengakui jika dirinya sedang mengalami masalah ekonomi
Sawah dijual, tanah dijual, besok rumah dijual juga…nanti kamu mau kasih warisan apa buat anak-anakmu?“, kerabat lain yang jauh lebih tua bertanya dengan nada acuh tak acuh
Pendidikan“, laki-laki itu menjawab dengan suara yang lembut namun tetap menunjukkan ketegasan. “Tanah, sawah, kalau perlu rumah akan kujual buat biaya pendidikan anak-anakku, aku tidak perlu itu. Aku cuma perlu uang buat biaya pendidikan anak-anakku, kalau mereka sudah aku bekali dengan pendidikan yang baik…insyaAllah tanah, sawah, rumah mereka bisa cari sendiri“, lanjutnya menjelaskan

Mendadak semua kerabat yang mendengar pernyataannya terdiam, paham.

Aku tersenyum, salut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s