Satu yang Menyeribu

Sudah lewat tengah malam, tapi entah kenapa mataku belum juga terpejam. Bukan tak bisa. Bukan juga karena hati sedang penuh terisi atau banyak yang berlompatan di dalam kepala

Nyatanya isi hati cuma satu, yang tinggal di dalam kepala cuma kamu

Kamu

Satu

Satu kamu yang berputar membuat pusaran rasa datang menyerbu

Satu kamu yang menyeribu

Satu kamu beribu rindu

(Sambas, 120817 12:43 AM)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s